Jari Kecil

by

Gulir pengalaman digitalmu lebih mudah bersama Jari Kecil.

Ulasan Film The Equalizer 2: Denzel Washington dan Seni Menjadi Pria yang Terukur

Minggu kemarin, saya memutuskan untuk menonton ulang The Equalizer 2. Ada sesuatu yang membuat karakter Pak Robert McCall (Denzel Washington) sangat menarik untuk dibedah.

Di film kedia ini, McCall bukan sekadar pahlawan aksi. Ia adalah studi karakter tentang pria yang menjunjung tinggi kedisiplinan dan ritual.

Jika kamu mencari film yang menggabungkan aksi brutal dengan kedalaman karakter, kita bedah mengapa The Equalizer 2 tetap layak masuk dalam daftar tontonan-mu.

Sinopsis: Ketika Masa Lalu Mengetuk Pintu

Denzel Washington sebagai Robert McCall dalam film The Equalizer 2

Di film pertama, kita melihat McCall turun gunung untuk menyelamatkan seorang gadis dari mafia Rusia. Di sekuelnya, The Equalizer 2 menawarkan konflik yang jauh lebih personal.

Pak McCall, yang telah memalsukan kematiannya, kini hidup tenang di Boston sebagai driver taksi online. Pekerjaan yang ia manfaatkan untuk mengamati manusia. Namun, ketenangannya terusik saat sahabat karibnya di CIA, Susan Plummer, dieksekusi secara brutal di Brussels.

McCall terpaksa kembali menggunakan keahlian mematikan masa lalunya. Sambil memburu para pelaku yang merupakan bagian dari masa lalunya sendiri. Di saat yang sama, ia juga harus membimbing seorang remaja bernama Miles agar tidak terjerumus ke dunia kriminal.

Denzel Washington adalah Nyawa Film Ini

Denzel Washington membawakan karakter Robert McCall dengan presisi yang menakutkan. Ia tampak seperti bapak-bapak paruh baya biasa yang pendiam, namun di balik itu, ia memiliki kemampuan luar biasa.

Detail kecil yang membuat karakter ini hidup seperti ritual teh celup.

Cara McCall duduk di sudut kafe, membawa tehnya sendiri, dan membungkusnya dengan tisu, menunjukkan betapa kaku dan terukurnya hidup pria ini.

McCall juga tidak hanya sekadar bertarung. Ia memberikan pelajaran penting bagi lawan-lawannya, dan penonton tentang bagaimana peralatan sehari-hari (pembuka botol, palu, peluncur paku) bisa menjadi senjata mematikan.

Denzel membuat karakter yang misterius ini terasa nyata, alami, dan sangat dapat dipercaya. Inilah alasan mengapa banyak orang, dan termasuk saya selalu menantikan setiap aksinya di layar lebar.

Tapi Plot-nya Sedikit Terlalu Ambisius

Sebagai sebuah sekuel, The Equalizer 2 berhasil menjaga konsistensi karakter. Namun, film ini bukan tanpa minus.

Masalah utama film ini terletak pada fragmentasi plot. Dengan durasi 121 menit, film ini terasa mencoba menggabungkan terlalu banyak subplot ke dalam satu alur utama. Hal ini membuat ritme cerita terkadang terasa terputus-putus. Selain itu, ada beberapa adegan emosional yang terasa agak dipaksakan dan kurang natural jika dibandingkan dengan film pertama.

Musuh-musuh McCall pun terkadang terasa terlalu pasrah, seolah-olah mereka hanya mengantre untuk masuk ke dalam jebakan yang sudah disiapkan sang karakter utama. Tidak ada rasa bahaya yang nyata bagi McCall, yang mungkin membuat beberapa penonton merasa kurang tertantang.

Perlu Ditonton

The Equalizer 2 adalah film yang menghibur, terutama jika kamu adalah penggemar berat akting Denzel Washington. Meskipun plotnya terasa sedikit lebih berantakan dibanding film The Equalizer 1, lanjutannya ini tetap menawarkan aksi yang tebal dan pengembangan karakter yang dalam.

Kalau kamu sudah menonton film ini dan merasa ada yang kurang, saran saya langsung saja tonton The Equalizer 3. Sekuel ketiganya membawa ke emosional dan brutal untuk perjalanan Robert McCall berikutnya.